• About

    TENTANG MUAMALAH ANAK

    About - Serial Buku Muamalah untuk Anak by PMG Publishing x Sekolah Muamalah Indonesia

    Melalui perantaraan buku “Muamalah Untuk Anak”, besar harapan ilmu yang dipelajari, mendasari setiap orang tua dan anak untuk bermuamalah di dalam kehidupan.

    Ketika anak dewasa dan kelak berdagang atau bekerja, mereka memiliki bekal dalam mengenali halal dan haram terkait perkara muamalah maaliyah. Selain itu mereka memperhatikan setiap jual beli yang mereka lakukan dan waspada terhadap riba. Insyaa Allah.

    MENGAPA PENTING MENGAJARKAN MUAMALAH SEJAK DINI?

    Ada kesamaan yang dimiliki Pengusaha Muslim seperti Rasulullah ﷺ, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Al-Khattab, Ustman bin Affan, Abdurrahman bin ‘Auf, dan sahabat lainnya. Semuanya “Berilmu sebelum Beramal”, atau memiliki ilmu agama sebelum bermuamalah.

    1. Agar Anak Terbiasa

    Mari kita bersama mengajarkan dan membiasakan anak-anak dengan akidah, amalan dan adab-adab yang diajarkan Nabi ﷺ sedini mungkin. Lakukan di dalam berbagai kesempatan dan keadaan, sehingga benar-benar tertanam kokoh dalam jiwa mereka dan terbiasa.

    Rasulullah ﷺ bersabda :

    “Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.” (HR. Bukhari No. 2083, dari Abu Hurairah)

    2. Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam Mencontohkan

    Beliau ﷺ mengajarkan kepada cucunya, Al Hasan, meski belum mencapai usia baligh, mengenai haramnya memakan harta shadaqah (zakat) bagi keluarga Nabi.

    “Al Hasan bin Ali radhiallahu‘anhuma mengambil sebiji kurma dari kurma shadaqah (zakat), kemudian ia hendak memakannya, maka beliau bersabda kepadanya: ‘Kakh, kakh,’ agar ia mencampakkannya, kemudian beliau bersabda kepadanya, ‘Tidakkah engkau sadar bahwa kita tidak (halal) memakan shadaqah?’” (Muttafaqun‘alaih)

    3. Menjadi Benteng dan Pondasi

    Semenjak dini kita ajarkan anak-anak kita untuk tidak memakan harta haram, riba dan menjauhi segala perbuatan yang tidak dibenarkan dalam agama.

    Agar kelak ketika usia baligh buah hati kita memilik pondasi dan benteng yang kokoh untuk menghadapi fitnah akhir zaman.

    Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda :

    Sungguh akan datang pada manusia suatu masa (ketika) tiada seorangpun di antara mereka yang tidak akan memakan (harta) riba. Siapa saja yang (berusaha) tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya,” (HR Ibnu Majah No. 2278 dan Sunan Abu Dawud No. 3331).

    Yuk Ayah Bunda kita kenalkan muamalah sejak dini!

    Ada pertanyaan? Hubungi kami via WA